KASIH AGAPE
Don't You Know

Saat ini makna "kasih" telah menjadi begitu sulit untuk dipahami
karena pemahaman kita terhadap kata itu terbatas pada kata-kata "kasih"
atau "cinta", yang sebenarnya mempunyai cakupan makna yang sangat luas.
Contohnya, bila saya berkata, "Say
a mengasihi isteri saya, saya
mengasihi anjing saya," jelas saya sedang tidak membicarakan tingkatan
dan makna kasih sama.
Pada masa Perjanjian Baru, ada empat kata dalam bahasa Yunani
yang dipakai untuk menerangkan tentang "kasih" atau "cinta" ini.
Eros - Kata ini tidak benar-benar ditemukan
dalam Perjanjian Baru, tetapi merupakan acuan dari banyak penggambaran
tentang kasih. Eros berarti gairah secara seksual (birahi), baik
kenikmatan maupun pemuasannya. Kata Bahasa Yunani ini mungkin tidak
ditemukan dalam Perjanjian Baru karena asal kata ini adalah dari dewa
mitologi Yunani, Eros, yang adalah dewa cinta. Kata ini tersirat dalam
ayat dan adalah satu-satunya makna kasih yang terbatas pada hubungan
lelaki dan perempuan dalam suatu ikatan pernikahan. (Ibrani 13:4, Kidung
Agung 1:13; 4:5-6; 7:7-9; 8:10; 1 Korintus 7:25; Efesus 5:31).
Storge - Storge adalah ikatan alami antara ibu
dan anak, ayah, anak-anak, dan kerabat. William Barclay menyebutkan,
"kita tidak bisa tidak mengasihi anak-anak dan kerabat kita; darah lebih
kental daripada air" (N.T. Words, 1974).
Phileo - Kasih phileo adalah kasih yang
terpancar dalam perhatian. Memang indah untuk bersama-sama dengan
seseorang, sesuatu kehangatan yang datang dan pergi yang lahir dari
kebersamaan. Allah tidak pernah memerintahkan kasih phileo karena kasih
jenis ini semata-mata berdasarkan atas perasaan. Allah sendiri tidak
mengasihi dunia secara phileo tetapi bekerja dalam kita dengan kasih
agape. Saya tidak bisa memberikan kehangatan kepada seorang musuh tetapi
saya bisa memberikan kasih agape kepada mereka.
Agape - Kasih agape adalah kasihnya Allah.
Kasih agape bekerja untuk memberikan kebaikan bagi orang lain tanpa
memperdulikan apa yang dirasakannya sendiri. Kasih agape tidak bisa
diterjemahkan sebagai suatu perasaan atau perhatian. Yesus menunjukkan
kasih ini kita ia memikul salib dan mati bagi Anda dan saya tanpa
memperdulikan apa yang Ia sendiri rasakan saat itu. Dalam kitab Injil
Yesus berdoa, "Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini
lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan
seperti yang Engkau kehendaki." (Matius 26:39; Markus 14:36; Lukas
22:41-43; Yohanes 18:11). Yesus berusaha bagi kebaikan Anda dan saya,
tanpa memperdulikan perasaan-perasaan-Nya sendiri. Matius 7:12
menyebutkan, "Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat
kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh
hukum Taurat dan kitab para nabi."
Kita bisa mengasihi musuh-musuh kita dengan kasih agape, tanpa
memperdulikan perasaan kita terhadap mereka. Jika mereka lapar, kita
bisa memberi mereka makan; jika mereka haus, kita bisa memberi mereka
minum (Roma 12:20-21). Kita bisa memilih untuk berusaha bagi kebaikan
orang lain tanpa memperdulikan perasaan kita sendiri.
Yesus adalah ungkapan kasih yang terbesar yang pernah datang ke
dunia, namun tidak pernah tercatat bahwa Yesus pernah mengakatan, "Aku
mengasihi kamu!" Mengapa? Karena 95 persen dari kasih secara keseluruhan
bukanlah kata-kata. Yesus tidak mengasihi dengan kata-kata saja tetapi
dengan perbuatan dan kebenaran (1 Yohanes 3:18). Bila perbuatan Anda
bertentangan dengan kata-kata Anda, apakah yang bisa orang percayai,
kata-kata atau perbuatan Anda? Perbuatan Anda, tentunya. Sebuah kamus
berjudul Vine Expository dalam halaman 21 menyebutkan, "Kasih hanya bisa
dikenal dari perbuatan yang dihasilkannya."
Berikut ini adalah gambaran tentang kasih agape, yang juga
disebut sebagai kemurahan hati (1 Korintus 13). Gambaran ini meringkas
penyelidikan tentang kata-kata tentang kasih dalam Bahasa Yunani dan
Inggris berserta maknanya dalam 1 Korintus 13:4-8.
KASIH ITU SABAR. Dalam Kasih Allah ada tenggang
rasa dan kemampuan untuk tahan uji terhadap situasi yang kurang
menguntungkan dan terhadap sikap orang-orang yang kurang mengenakkan.
Kasih Allah itu panjang sabar.
KASIH ITU MURAH HATI. Secara alami kasih Allah
itu ramah, murah hati, hangat, dan baik. Kasih Allah murah hati dan rela
menolong, simpatik dan memahami orang lain. Kasih Allah itu penuh
perhatian, lemah lembut, tenggang rasa, adil, dan bijaksana, dan hanya
ingin mengusahakan kebaikan bagi orang lain. Kasih Allah itu pemurah,
menerima sesama, dan kebaikannya terpancar dalam perbuatan.
KASIH ITU TIDAK CEMBURU. Kasih Allah tidak iri
terhadap keuntungan orang lain, dan tidak menginginkan kepunyaan sesama.
Kasih Allah tidak cemburu dan tidak menolak orang lain karena apa yang
dimilikinya.
KASIH TIDAK MEMEGAHKAN DIRI. Kasih Allah tidak suka bermegah dan gila hormat. Tidak angkuh dan tidak congkak.
KASIH TIDAK SOMBONG. Kasih Allah tidak tinggi hati dan penuh dengan kesombongan.
KASIH TIDAK MELAKUKAN YANG TIDAK SOPAN. Kasih
Allah tidak bertindak, bereaksi, berfungsi, atau melakukan perbuatan
yang tidak patut, tidak terpuji, atau yang bertentangan dengan apa yang
benar.
KASIH TIDAK MENCARI KEUNTUNGAN DIRI SENDIRI. Kasih Allah tidak menuntut bagi dirinya sendiri.
KASIH TIDAK PEMARAH. Kasih Allah tidak mudah terpengaruh atau terpancing untuk menjadi marah dan mendendam.
KASIH TIDAK MENYIMPAN KESALAHAN ORANG LAIN.
Kasih Allah tidak menghakimi atau merancangkan hal-hal yang menyebabkan
atau mendatangkan malapetaka, penderitaan, kesukaran, atau yang
sejenisnya. Kasih Allah tidak merancangkan kejahatan.
KASIH TIDAK BERSUKACITA KARENA KETIDAKADILAN. Kasih Allah bersukacita ketika apa yang benar, ketulusan, kesetiaan, kejujuran, dan kebenaran dinyatakan.
KASIH MENUTUPI SEGALA SESUATU. Kasih Allah
sanggup untuk bertahan dalam tekanan dan kesukaran. Karena Allah adalah
kasih, Ia mendukung dan menopan Pribadi-Nya ketika segala sesuatu
diletakkan atas diri-Nya. Kasih Allah melindungi, menaungi, dan menjaga
dari segala sesuatu yang mengancam keselamatan sesamanya. Kasih Allah
menahan diri, tenggang rasa, dan sabar dalam segala keadaan.
KASIH PERCAYA SEGALA SESUATU. Kasih Allah mempercayai sesama, melihat kebaikan dari semua orang (tanpa mengecam atau mencari-cari kesalahan).
KASIH MENGHARAPKAN SEGALA SESUATU. Kasih Allah
tetap berharap, walaupun keadaan tidak memungkinkan sekalipun, dengan
kepercayaan dan pengharapan akan penggenapan dari apa yang telah
dijanjikan.
KASIH SABAR MENANGGUNG SEGALA SESUATU. Kasih Allah menyebabkan seseorang dapat terus bertahan, sekalipun dalam kesukaran.
KASIH TIDAK BERKESUDAHAN. Kasih Allah tidak
pernah gagal karena waktu atau tidak berdaya. Kasih tidak pernah
mengecewakan atau tidak bisa dipercaya. Kasih Allah kekal dan tidak
berkesudahan.
Apakah Anda hidup dalam kasih dan percaya akan kuasa Roh Kudus
untuk menjadikan semua hal ini menjadi nyata? (Galatia 5:22).
Dosa adalah pelanggaran terhadap prinsip-prinsip kasih.
Jadikanlah senantiasa kasih sebagai tujuan tertinggi Anda dan garis
akhir yang paling ingin Anda raih (1 Korintus 14:1).